Rangkuman Plantae (Tumbuhan)

Desember 25, 2009

Ciri-ciri:

Disingkat: VEMA

Vaskuler : Memiliki bekas pengangkut berupa Floem dan Xylem

Eukariotik : Inti sel mempunyai membran

Multiseluler: Bersel banyak

Autotrof : Bisa membuat makanan sendiri

Klasifikasi Plantae:

Plantae dibagi menajdi dua golongan, yakni:

1. Cormophyta Spora
– Lumut (Bryophyta)
– Paku (Pteridophyta)

2. Cormophyta Biji
– Gymnospermae
– Angiospermae/ spermatophyta
Angiospermae terbagi menjadi2, yakni:
– Dikotil
– Monokotil

Lumut (Bryophyta)

Ciri-ciri:

Disingkat: MethaCos HonAu

Methagenesis: Memiliki pergiliran keturunan

Cosmopolite : Tumbuh di berbagai tempat

Honvaskulle : Tidak memiliki bekas pengangkut (Floem dan Xylem)

Autotrof : Bisa membuat makanan sendiri

Klasifikasi lumut:

Lumut Daun/ Musci

1. Tak bisa dibedakan antara akar, batang dan daun
2. Generatif (Spora)

Lumut Hati/ Hepaticue
1. Tubuh seperti hati
2. Generatif (Spora)
3. Vegetatif (Kuncup/gemma)

Paku (Pteridophyta)

Ciri-ciri:

Disingkat: MethaCos VasKosAu

Methagenesis: Memiliki pergiliran keturunan

Cosmopolite :Tumbuh di berbagai tempat

Vaskuller : Memiliki bekas pengangkut

Kosmophyta : Tumbuhan yang tumbuh dimana saja

Autotrof : Bisa membuat makanan sendiri

Klasifikasi Paku:

1. Homosfor/Isofor:
Menghasilkan 1 jenis spora yang sama besar

2. Heterosfor :
Menghasilkan 2 jenis spora yang berbeda ukurannya

3. Peralihan :
Menghasilkan spora yang sama, fungsi berbeda

Gymnospermae

Reproduksi : Strobilus
Pembuahan: tunggal
Bakal biji : terbuka

Angiospermae

Reproduksi : Bunga
Pembuahan : Tunggal
Bakal biji : Tertutup

Angiospermae terbagi menjadi 2, yakni:

1. Dikotil

Ciri-ciri:

Akar : Tunggang
Daun : Menyirip, menjari
Bunga : Kelipatan 4, 5
Batang : Beracabang
Kambium : Ada
Contoh : Pohon Mangga(Mangifera indica)

2. Monokotil

Ciri-ciri:

Akar : Serabut
Daun : Memanjang, Sejajar
Bunga : Kelipatan 3
Batang : Tak bercabang
Kambium : Tidak ada
Contoh : Tumbuhan jagung (Zae mays)

Peranan Katalis dalam Industri

Desember 24, 2009

Perkembangan industri pada dewasa ini, khususnya industri-industri perabot plastik dan zat kimia tentunya saja tak terlepas dari apa yang namanya KATALIS. Katalis adalah suatu zat yang digunakan untuk mempengaruhi laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa terpakai oleh reaksi itu sendiri. Katalis dapat berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk.

Katalis berfungsi sebagai zat yang mempercepat tercapainya kesetimbangan dan meningkatkan laju suatu reaksi, serta menurunkan energi aktivasi dan energi yang dibutuhkan dalam suatu reaksi tanpa mengalami perubahan kimia akibat reaksi tersebut

Katalis dibedakan menjadi dua golongan utama, yakni Katalis homogen dan katalis heterogen.

Katalis Homogen dapat melakukan pengaruh kinetiknya dengan cara mengubah tahap penentu laju reaksi dalam mekanisme reaksi menjadi lebih cepat. Dalam fase yang berbeda dengan pereaksi (katalis heterogen), molekul pereaksi diserap secara kimiawi pada pusat aktif di permukaan katalis, selanjutnya molekul tersebut bereaksi dan menghasilkan produk.

Katalis banyak digunakan dalam berbagai macam industri. Biasanya katalis digunakan dalam industri polipropilena atau bahan-bahan kimia, seperti ammonia.

Polipropilena adalah sebuah polimer termo-plastik yang dibuat oleh industri kimia dan dapat digunakan menjadi berbagai barang-barang yang bersifat plastic. Polipropilena dapat dibuat dengan katalis Ziegler-Natta.

Katalis Ziegler-Natta adalah campuran antara senyawa-senyawa titanium seperti titanium(III) klorida atau titanium(IV) klorida dan senyawa-senyawa aluminium seperti aluminium trietil. Katalis Ziegler-Natta dapat membatasi berbagai monomer mendatang ke sebuah orientasi yang spesifik, hanya menambahkan monomer-monomer itu ke rantai polimer jika mereka menghadap ke arah yang benar.

Selain dapat memproduksi polipropilena, katalis juga dapat memproduksi ammonia dengan cara menambahkan katalis oksida besi ke dalam reaksi. Dalam memproduksi ammonia digunakan suatu proses sintesis yang disebut proses Haber-Bosch. Proses Haber-Bosch ialah proses pembuatan ammonia (NH3) dengan cara memadukan antara nitrogen dan hydrogen dengan factor-faktor (tekanan dan suhu) yang optimal.

Dalam pembuatan ammonia, diperlukan tekanan yang cukup tinggi, yakni berkisar 200-1000 atm. Apabila tekanan yang digunakan tinggi, maka reaksi akan bergeser ke kanan dan secara otomatis reaksi menjadi eksoterm.

Selain tekanan yang tinggi, dalam pembuatan ammonia juga diperlukan suhu yang sesuai. Apabila suhu yang digunakan tinggi ammonia (NH3) akan mengurai dan membentuk nitrogen (N2) dan hydrogen (N2). Dan apabila suhu yang digunakan rendah, kadar reaksi pembuatan ammonia akan menurun

Hello world!

Desember 22, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!